Hari Pangan, Solidaritas Pangan Indonesia Beri Bantuan

22 Oktober 2020

Bantuan yang diberikan donatur selalu dialokasikan ke sasaran yang memang layak untuk diberi bantuan. Sekolah Relawan secara maksimal berusaha menyampaikan amanah dari orang baik untuk masyarakat dengan tidak hanya memberikan, namun juga melakukan riset dan pendampingan.

Salah satu keluarga yang telah secara berkala diberi bantuan adalah keluarga Ibu Lisa. Tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan di rumah yang luasnya hanya 3 petak. Pada usia 34 tahun, Ibu Lisa harus berjuang sendiri setelah kepergian suaminya karena sakit sehingga beliau harus menghidupi 4 orang anak yang masih bersekolah, Riska (14 tahun), Keisya (11 tahun), Irul (5 tahun), dan Rafael (2 tahun) yang masih balita.

Sebelum menerima bantuan, Ibu Lisa berjualan nasi uduk dan nasi kucing yang dibantu Keisya berjualan keliling donat mini setiap hari untuk menambah pemasukan keluarga “Keisya pengen jadi guru Matematika” kata Keisya ketika tim Yatim Bright Sekolah Relawan mendatangi rumah mereka. Melihat Ibu Lisa hanya mengandalkan meja buatan alm. suaminya sebagai tempat jualan, Sekolah Relawan juga memberikan gerobak baru sebagai tempat jualan bu Lisa.

Kehilangan kepala keluarga bukan berarti putus sekolah, meski harus berjuang menghidupi diri. Dengan adanya covid-19 anak-anak bu Lisa belajar daring di rumah. Oleh karena itu, bu Lisa memutuskan untuk menyicil handphone. Melalui amanah orang baik, Sekolah Relawan memberikan santunan untuk kuota belajar daring anak-anaknya dan santunan tambahan untuk melunasi cicilan handphone. Selain itu, santunan akan diberikan setiap bulan untuk membantu keperluan pendidikan anak-anak bu Lisa. Setiap bulan tim relawan juga akan mendatangi mereka untuk pendampingan.