Hari Pangan, Solidaritas Pangan Indonesia Beri Bantuan

16 Oktober 2020

Anak adalah ladang pahala bagi setiap orang tua, sehingga banyak orang tua yang memilih mendidik anaknya sesuai dengan tuntunan ajara islam. Salah satu upaya yang dilakukan orang tua yang tidak bisa secara langsung mengajarkannya kepada anak mereka adalah menitipkan anak-anak ke pondok pesantren atau pondok pengajian agar mereka mendapatkan ajaran islam terbaik dari yang ahli di bidangnya.

Tidak sedikit orang tua yang masih harus menghadapi kondisi finansial yang buruk. Mungkin tempat belajar yang mereka berikan kepada anak-anaknya bukanlah tempat yang bisa dikatakan layak, namun bagi para orang tua, itu adalah hal terbaik yang bisa diberikan sebagai bentuk kasih sayang agar anak-anaknya kelak jadi generasi muda yang selalu memegang teguh nilai dan ajaran agamanya apapun yang ingin dilakukan.

Anak-anak di Kampung Curug Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, adalah anak-anak yang belajar mengaji dan sebagian tinggal di Pondok Ngaji Al-Hazan. Muhammad Zein adalah pendiri sekaligus satu-satunya pengajar yang mendidik anak-anak tersebut. Total ada 60 anak yang belajar mengaji, namun 30 anak laki-laki menginap dan tidur bersama di sebuah gubuk yang hanya berukuran 3x4 m2.

Ustadz Zein mengatakan “tujuan awal mendirikan pondok pengajian ini untuk mendidik akhlak anak karena saya gelisah , teknologi sekarang bikin anak-anak main hp terus”.

Tim Sekolah Relawan melalui program Solidaritas Pangan Indonesia (SPI) mendatangi Pondok Ngaji Al-Hazan untuk sedekah 100 kg beras. Mereka terlihat senang karena menurut Pak Ustadz, tidak pernah ada yang memberikan bantuan beras atau sembako kepada mereka. Anak-anak tersebut biasanya patungan membeli makan.

Bantuan pangan ini merupakan upaya orang baik melalui Sekolah Relawan untuk menyukupi kebutuhan pangan, khususnya beras kepada anak-anak yang kekurangan agar tetap bisa makan sehat dan berkualitas.