Sepasang Yang Mencoba Untuk Tidak Menyerah

3 Juli 2020

icd.or.id, Kita mengenalnya dengan pangilan bah Mamat. Ternyata nama aslinya bapak Anwar. Lelaki 76 tahun ini tinggal dengan istrinya, bu Isoh, dan anak lelakinya.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, abah Anwar masih sehat. Sanggup bekerja serabutan sekali pun, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Makanya, ketika istrinya harus operasi sesar dan abah tak punya pilihan lain, abah meminjam uang ke rentenir sebanyak 5 juta. Malang, setiap uang yang terkumpul tak bisa bayar utang, karena keperluan mendesak lainnya. Abah pun terserang stroke 3 tahun yang lalu. Hutang ke rentenir tak terlihat kapan akan lunasnya.

Saat Sekolah Relawan kunjungi, abah dan ibu sedang di rumah sangat sederhana mereka. Singkat cerita, kami dipertemukan dengan rentenir oleh relawan lokal, Elan. Ngobrol berlanjut mediasi. Berkat mediasi Bang Budi, hutang pun dilunasi dengan bunga seminim mungkin.

"Hitung-hitung, potongan yang ibu berikan ke abah dan keluarga sebagai kebaikan sesama manusia". Ujar bang Budi menutup mediasi.

Hutang rentenir terlunasi 5,5 juta. Dan hutang di warung juga lunas. Kami pamit dengan membawa peer baru. Ibu Ishoh dan anaknya ingin berusaha jualan ketupat di dekat sekolah. Dan rumah abah yang perly direnovasi dan ditambah kamar mandi.

Berkat jasa pengabdian pak Arta dan ilmu yang beliau ajarkan, sekarang banyak anak didiknya yang telah sukses menggapai mimpinya.

Sekolah Relawan masih membersamai kebutuhan abah Anwar sekeluarga. Dan kesempatan ini terbuka lebar sebagai wadah sinergi dengan orang-orang baik Indonesia. Pastikan, kamu berada di barisan yang sama. Kuy!